Secara Mendadak Persebaya Dilarang Gunakan Stadion GBT Jelang Laga Melawan Arema FC, Ada Apa?

Persebaya Surabaya harus rela meninggalkan Stadion Gelora Bung Tomo atas rekomendasi dari PUPR. Tim Bajul Ijo tidak bisa mempergunakan stadion untuk pertandingan melawan Arema FC.

Firman Ardi
Minggu, 17 September 2023 | 20:13 WIB
Secara Mendadak Persebaya Dilarang Gunakan Stadion GBT Jelang Laga Melawan Arema FC, Ada Apa?
Persebaya harus terusir dari kandangnya, jelang laga melawan Arema FC. (Instagram Persebaya)

SUARA TASIKMALAYA - Jelang laga menghadapi Arema FC, Persebaya Surabaya mendapatkan kabar buruk terkait tak boleh digunakannya stadion Gelora Bung Tomo (GBT). 

Kabar tersebut terkesan mendadak, pasalnya hanya dalam hitungan hari laga tersebut akan dilaksanakan. 

Tak boleh dipergunakannya Stadion GBT merupakan larangan dari Kementerian PUPR, alasannya stadion harus steril jelang peruntukannya untuk venue Piala Dunia U-17

Dalam surat yang ditujukan ke manajemen Persebaya, PUPR menghimbau untuk mengosongkan GBT per tanggal 15 September 2023.

Baca Juga:Jonathan Christie Rayakan Ulang Tahun Di Podium Hong Kong Open 2023

Tentunya, himbauan tersebut sangat merugikan tim Bajul Ijo karena tengah melakukan persiapan melawan Arema FC. 

Selain itu, Persebaya juga telah mempersiapkan kampanye positif untuk perdamaian suporter dan sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian. 

"Persiapan menuju pertandingan Persebaya vs Arema FC sudah setengah jalan," tulis pada laman resmi Persebaya. 

Pihaknya mempertanyakan surat himbauan dari PUPR yang dianggap terlalu mendadak, sehingga membuat Persebaya merasa dirugikan. 

"Lantas, mengapa GBT harus steril dua bulan jelang kick-off Piala Dunia U-17?" Ini seperti memaksa Persebaya terusir dari Surabaya," imbuhnya. 

Baca Juga:Jonathan Christie Berhasil Duduki Podium Tertinggi Hong Kong Open 2023

Persebaya sangat menyayangkan keputusan dari PUPR. Pihaknya juga menyoroti PSSI yang seharusnya bisa bersikap bijaksana. (*) 

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

Sportainment

Terkini

Tampilkan lebih banyak